Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Janji Basuki Tjahaja Purnama

Calon wakil gubernur, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan apabila pasangan nomor urut tiga menang dalam pilkada DKI Jakarta ini, mereka berjanji untuk membereskan birokrasi keuangan dan logistik DKI.

"Saya yakin tanpa uang, masih banyak yang bisa melayani rakyat karena karakter sudah teruji," kata Basuki yang akrab disapa Ahok ini di Jakarta, Rabu. Menurut dia, birokrasi yang karut-marut sekarang ini akan menjadi ancaman di masa yang akan datang.

Soal Pilkada

Sementara itu, dalam kesempatan itu, Basuki menyinggung tentang dugaan kecurangan yang terjadi di pilkada. Ia menyayangkan, banyak kecurangan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sehingga banyak orang yang tidak mendapatkan hak memilih di lingkungannya.

"Padahal seharusnya yang tidak bisa menunjukkan bisa memilih, jangan hak warga yang dikurangkan. Itu gak masuk akal," katanya.

Ia juga mengklaim kalau pihaknya tidak menggunakan politik uang untuk mengupayakan kemenangan pasangan calon.

"Kami jamin dan bisa buktikan melalui track record selama pelaksanaan kampanye. Kami tidak pernah membagikan sembako dan hanya bermodal kartu nama dan nomor handphone," ujarnya.
Performa apik Kwon Jun dan Rasyid Bakrie bersama PSM Makassar membuat mereka dipanggil memperkuat timnas plus IPL Selection untuk melawan Inter Milan di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (24/5). Seakan sebuah mimpi yang menjadi nyata, keduanya menyambut gembira undangan ini dan berjanji akan bermain maksimal. “Meski bergabung dengan Indonesia,saya akan bermain sebaiknya. Ini juga untuk menambah pengalaman bermain dengan pemain kelas dunia,”kata Kwon kepada HATTRICK, kemarin.

Tak hanya berjanji tampil maksimal, gelandang asal Korea Selatan (Korsel) ini juga mengusung nama PSM sebagai tim yang memiliki pemain-pemain hebat.“Saya mewakili PSM.Ini kesempatan untuk membanggakan klub tempat saya bermain,”sebut pemilik jersey nomor 8 ini. Ambisi yang sama dilontarkan gelandang muda berbakat Rasyid. Mendapat kesempatan berlatih tanding melawan Diego Milito dkk adalah pengalaman berharga bagi dirinya.

“Jarang ada kesempatan seperti ini.Banyak pelajaran yang pasti bisa dipetik,”tandas Rasyid. Meski hanya ajang uji coba,Rasyid mengaku akan mengerahkan kemampuan terbaik yang dimilikinya. Rencananya, Kwon dan Rasyid akan segera bertolak ke Jakarta seusai berlaga di Madiun melawan Persija Jakarta pada Kompetisi Indonesian Premier League. Keduanya sudah diminta PSSI bergabung di pelatnas hari ini.

Namun, duet lini tengah Pasukan Ramangini masih memperkuat klub hingga kemarin. Sebenarnya selain Kwon dan Rasyid, tiga punggawa Pasukan Ramanglainnya, yakni Syamsul Chaeruddin, Satrio Syam, dan Kurniawan Karman juga mendapat panggilan serupa. Hanya, ketiga pemain ini baru akan dimainkan melawan Interpada 26 Mei.

Senada dengan Kwon dan Rasyid, perasaan sama dilontarkan ketiga pemain ini. Syamsul, misalnya.Gelandang energik dan eksplosif ini mengatakan panggilan melawan Inter adalah kesempatan untuk belajar. “Ini bagus terutama untuk pemainpemain muda.Tidak salah kalau timnas memanggil pemain PSM, karena tim ini gudangnya pemain muda berbakat,”ujar pemain yang sempat menjadi langganan timnas senior ini.

Sementara pemanggilan ini justru meninggalkan masalah baru bagi Juku Eja. Pelatih PSM Petar Segrt sampai mengancam mogok bertanding. Alasannya,pada saat yang sama, PSM juga butuh pasukannya untuk melakoni dua laga penting; Menjamu Persiraja (26/5) dan Arema Malang (30/5) di legkedua babak 16 besar Piala Indonesia.“Makanya kami minta agar PSSI bisa menunda kedua laga itu.

Kalau tidak, ya terpaksa kami tidak bertanding saja,”ujar Petar kepada HATTRICK kemarin. Menurut mantan pembesut Bali Devata FC ini,sangat mustahil melakoni dua laga itu tanpa lima pemain pilarnya. Hitungan itu menjadi enam pemain,sebab Rahmat juga sedang membela timnas senior di Palestina.“Kalau Rahmat sudah kami relakan, tapi lima pemain ini sangat kami butuhkan,” tukas pelatih berpaspor Kroasia ini.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, melalui surat elektronik, PSSI memanggil Rasyid Bakrie, Kwon Jun, Syamsul Chaeruddin, Satrio Syam, dan Kurniawan Karman. Kelimanya dipanggil untuk melakoni dua laga uji coba melawan Inter Milan pada 24 dan 26 Mei. Syamsul hanya pasrah pada keputusan pelatih. Gelandang energik ini menganggap bermain lawan tim besar bagus untuk menambah pengalaman. Tapi saat yang sama,PSM juga membutuhkan tenaganya. “Saya tergantung pelatih. Kalau mengizinkan,ya saya siap ke timnas,”kata Syamsul.
Polsek Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar terus melakukan pengejaran terhadap sindikat penipuan warga negara asing via internet yang melibatkan dosen di Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar), Bakri 27.

Polisi menduga, dalam menjalankan aksinya, tersangka bekerja sama dengan oknum di salah satu bank pemerintah. “Sementara kami menelusuri kemungkinan ada kerja sama oknum di salah satu bank,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pelabuhan Ipda Zopfan Aseanata Bayudhita, kemarin. Dia mengatakan, indikasi adanya keterlibatan oknum di salah satu bank diketahui setelah ditemukan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) milik tersangka.

ATM tersebut dibeli via Kaskus senilai Rp400.000 lalu dibuatkan salah satu bank. “Beli ATM via Kaskus ke salah satu bank. Jadi, kemungkinan ada kerja sama dengan orang dalam bank itu. Tersangka tidak pernah ke bank,”kata dia. ATM telah disita penyidik, tapi setelah diperiksa ternyata ATM tersebut tidak memiliki saldo.“Kartu ATM itu sekarang sudah kosong.

Pernah terisi, tapi selalu dikuras setiap ada yang transfer,”ujar dia. Kendati demikian, Zopfan mengatakan, keterlibatan orang lain dalam kasus ini masih diselidiki. “Masih perlu dibuktikan, apakah ini ada sindikatnya atau bekerja sebagai individu saja,” ujar perwira pertama ini. Dia berharap pihak bank bisa bekerja sama dengan penyidik untuk membongkar kejahatan internasional ini.

“Masalahnya, bank masih tertutup memberikan keterangan kepada kami,”ujar dia. Selain membongkar kemungkinan adanya sindikasi kejahatan ini, penyidik juga tengah menelusuri kemungkinan adanya korban lainnya. Penyidik berencana akan terbang ke Jakarta untuk mencari informasi di Kedutaan Besar Italia. Diketahui,Bakri diduga menipu warga asing, yakni Sha Ni Wei asal China dan Michelle Stecchetts asal Italia. Sha Ni Wei tertipu USD10.800, sedangkan dari Michelle belum diketahui jumlah kerugiannya.

Ketua Panitia Pengawas

Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pilgub Sulbar Kabupaten Majene melantik 24 orang sebagai panitia pengawas kecamatan (panwascam). Pelantikan itu digelar di Ruang Pola Sekretariat Daerah Kabupaten Majene, kemarin.

“Mereka akan ditugaskan di delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Majene,” kata Ketua Panwas Pilgub Sulbar Kabupaten Majene M Irjan seusai acara pelantikan, kemarin. Pelantikan anggota panwascam di Kabupaten Majene ini dilakukan setelah Ketua Panwas Pilgub Sulbar Kabupaten Polman dan Mamasa, melantik anggota panwascam di daerahnya masing-masing.

Pelantikan ini terlambat dilakukan. Justru beberapa tahapan pilgub sudah berlangsung, di antaranya penetapan daftar pemilih sementara (DPS) dan penetapan daftar pemilih tetap (DPT) sudah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar. Menurut M Irjan,keterlambatan pelantikan ini disebabkan anggaran yang terlambat dikucurkan. Selain itu, jumlah anggaran yang telah diterima jauh dari ekspektasi karena hanya Rp16 juta.

“Sementara itu, masih banyak agenda lain yang harus dikerjakan, seperti bimbingan teknis untuk panwascam dan panitia pengawas lapangan (PPL),”katanya. Dia merinci, penggunaan dana Rp16 juta itu digunakan untuk sewa kantor Rp2 juta dan untuk pelantikan dan bimbingan teknis (bimtek) serta panwascam dan PPL Rp9 juta.“Dananya sangat minim, bahkan mungkin tidak cukup,” paparnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panwaslu Pilgub Sulbar Lukman juga mengeluhkan minimnya dana yang diterima panwas. Bahkan, di antara seluruh provinsi di Indonesia,hanya Sulbar yang anggarannya minim.“Seperti di Gorontalo, panwas mereka mendapat alokasi anggaran Rp15 miliar,”ungkapnya. Sejak dilantik 9 April 2011 hingga Juli, Panwas Pilgub Sulbar bekerja menggunakan dana pribadi.

“Baru memasuki bulan selanjutnya kami dapat anggaran. Itu pun baru Rp1 miliar, ”ungkapnya. Bupati Majene Kalma Katta yang ikut menghadiri pelantikan tersebut mengaku kaget dan heran terhadap minimnya anggaran Panwas Pilgub.Apalagi, pilgub merupakan pesta demokrasi terbesar di provinsi dan semestinya kekurangan anggaran pengawasan bisa diantisipasi.

Dengan kondisi Majene yang baru saja menghelat pilkada, tentu tak banyak yang bisa dilakukan. “Kami akan berupaya membantu sebisa mungkin. Namun, ini harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak terkait karena ditakutkan ada temuan dari BPK,”tuturnya.